Tuesday, June 4, 2013

Photo Essay - SAS Cafe and Resto, Surabaya

"Workaholic."


"Where's my customer?"


"Watching you from here.."



"A night discussion."



"Where's my coffee?"



"I'm waiting for you."



"Career women."



"Your toast bread is here."
(All photos taken by : Wenny Permatasari, using Nikon D3100)

Itadakimasu

Siapa yang tidak tahu Sushi Tei? Japanese Restaurant yang satu ini sangat terkenal dan cukup melekat dihati para pemburu sushi di Indonesia. Sushi Tei memiliki banyak gerai di berbagai kota besar, termasuk di Surabaya. Kali ini penulis ingin sedikit me-review tentang Sushi Tei yang berlokasi di Tunjungan Plaza, Surabaya. 

Area Conveyer Belt

Restoran yang satu ini memiliki tampilan yang khas dan hampir sama di setiap gerainya. Sushi Tei menyuguhkan interior yang simple dan modern dengan konsep open kitchen, terlihat dari sushi-sushi yang dengan mudah bisa diambil customer di area conveyer belt-nya. Customer juga dapat melihat langsung Chef-nya yang memasak sushi di tempat. Nuansa Jepang nan minimalis terasa semakin nyaman karena lightning di dalamnya pun terkesan hangat dan homey. Terdapat beberapa pilihan duduk bagi pengunjung yaitu di area sushi bar ataupun di area makan biasa Pengunjung dapat memilih sesuai keinginan serta kebutuhan.


Area Makan dengan sofa nyaman berlapis oscar fabric berwarna soft

Menyantap sushi menjadi lebih menyenangkan sebab pengunjung dapat merasakan atmosfer ruangan yang elegant dan mewah, membuat serasa berada di restoran yang ada di Jepang. Interior juga didominasi kaca-kaca yang memberi kesan luas dan bersih pada restoran.

Terdapat Hanging Lamp unik pada setiap dining set


Salah satu menu khas Jepang selain Sushi

Bagi anda para pecinta makanan khas Jepang, segeralah datang ke gerai Sushi Tei terdekat dan rasakan sensasi makanan serta interiornya yang membuat betah berlama-lama berada disini. Jangan lupa ucapkan: "Itadakimasu!" (ungkapan dalam bahasa Jepang yang berarti Let's Eat) sebelum menyantap hidangan disini :)
Semoga menjadi referensi yang memberi rasa dan menginspirasi anda :)

(Sumber foto: Dokumentasi Pribadi - Nikon D3100)

Menuju Tekape!

Mungkin sudah banyak yang tahu keberadaan salah satu restoran Soto Ayam Lamongan yang terkenal di sekitar sini, yaitu Cak Har. Namun adakah yang mengamati bahwa di sebelah Soto Ayam Lamongan Cak Har cabang Jl. Ir. H. Soekarno, Surabaya ini terdapat satu cafe yang baru berdiri beberapa bulan ini?

Cafe tersebut bernama Tekape Cafe. Beroperasi sejak beberapa bulan lalu, cafe ini melayani pengunjung setiap hari Senin hingga Minggu sejak pukul 07.00 - 24.00 WIB. Tempatnya memang tidak terlalu luas, namun cukup menarik untuk dijadikan pilihan bersantap jika sedang bosan duduk di restoran sebelahnya.

Sumber foto: www.disdus.com

Tekape Cafe  mengusung konsep Modern Design, terlihat dari pemilihan warna serta materialnya. Bentuk-bentuk furniture maupun elemen estetisnya berkesan simple dan tidak bermain banyak warna. Pada lantai, digunakan material keramik berwarna putih untuk memberikan efek luas dan bersih.

Terdapat area indoor yang nyaman serta area outdoor pada beranda cafe ini yang nyaman untuk dijadikan tempat bersantai sambil menikmati udara segar. Cafe ini juga memiliki area parkir yang luas, sehingga tak perlu khawatir jika pengunjung datang dalam skala yang besar.

Harga dan menu yang ditawarkan juga cukup terjangkau, sesuai dengan fasilitas serta kenyamanan interior yang didapat. Tertarik untuk berkunjung?
Semoga menjadi referensi yang memberi rasa dan menginspirasi anda :)


Pameran Proyeksi Warna Warni Ekspresi (Reportase)

Jika pada beberapa post sebelumnya, penulis membahas mengenai Aiola Eatery (Jl. Slamet No.16 Surabaya) yang merupakan tempat nongkrong yang asik, kali ini ada sesuatu yang sedikit berbeda dari cafe yang satu ini.

Meja registrasi


Pada tanggal 27 Mei - 1 Juni 2013 yang lalu, ada suatu pameran fotografi di area outdoor Aiola Eatery yang bertajuk  “Stage Life : Proyeksi Warna-Warni Ekspresi”. Pameran yang berlangsung sejak pukul 13.00 – 19.00 WIB ini, mengangkat sisi keindahan dari aksi panggung pertunjukkan. Pameran ini diselenggarakan oleh Airlangga Photography Society (APS).

Pengunjung asik mengamati karya yang  dipajang

Airlangga Photography Society atau disebut APS merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa Univ.Airlangga yg bergerak dalam bidang fotografi. APS didirikan di Surabaya, 21 Oktober 1996. Sesuai dengan mottonya sampai sekarang anggota APS masih terus berkarya dan mempersembahkan karyanya untuk masyrakat terutama di Surabaya.





APS mengangkat tema Stage Life ini dengan alasan menghadirkan suasana yang baru dalam suatu pameran fotografi. UKM milik Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya ini sendiri memiliki jargon yang sangat menarik yaitu : “APS hunting sampai sinting”


Panitia aktif menemani pengunjung yang hadir

satu aksi dari vokalis David "NAIF"

Semoga menjadi referensi yang memberi rasa dan menginspirasi anda :)

(Sumber foto: Dokumentasi Pribadi - Nikon D3100)

Berbincang dengan Pemilik Mosaik Kafe

Kebanyakan orang mungkin berpendapat bahwa cafe hanya sebatas tempat untuk bersantap. Cukup datang ke sebuah kafe atau restoran, pelanggan memesan, makan, lalu pulang. Pola pikir seperti ini perlahan berubah seiring inovasi-inovasi dalam pembangunan sebuah tempat makan. Saat ini, kreatifitas desain interior ruangan dan faktor kenyamanan pelanggan menjadi poin yang perlu diutamakan. Tidak seperti pemikiran dulu yang selalu mendahulukan keunggulan menu makanan ataupun minuman.

Pemikiran itulah yang memotivasi Isaac untuk mendalami bisnis kuliner. Dia adalah lulusan accounting University of Portland dan pascasarjana jurusan hukum UPH. Lelaki berperawakan sedang ini adalah salah satu pemilik dari 5 orang pemilik Mosaik Resto, Catering and Cafe. Kafe ini didirikan pada pertengahan April 2013 dan terletak di jalan Arief Rahman Hakim Surabaya, tepat di sebelah vita school.
Pemikiran dimulai saat tahun 2009 Isaac dan teman-temannya alumni SD Vita School tahun 1999 mengadakan reuni bersama. Di situ, dia bertemu dengan 4 orang sahabatnya yang memiliki pemikiran yang sama untuk memulai bisnis. Karena salah satu dari mereka adalah chef, muncullah ide untuk membuka restoran ini. Satu hal yang menjadi pemersatu mereka dalam mendalami bisnis ini adalah kesamaan passion dalam services. Kelimanya berpikir untuk membuka tempat makan high class untuk orang-orang menengah ke atas.

Isaac

Pada pertengahan 2012, Isaac memberikan penawaran kepada teman-temannya mengenai lokasi di Arief Rahman Hakim. Tepat di sebelah sekolah mereka dulu, terdapat sebuah bangunan yang tidak terpakai lagi. Awalnya, beberapa dari mereka kurang setuju melihat peluang yang tidak terlalu besar. Betul memang, karena sebagian besar restoran high class di Surabaya Timur terletak di jalan Raya Kertajaya, bukan di Arief Rahman Hakim. Namun, Isaac memandang dari sisi lain. Jika dilihat dari posisinya, tempat ini memiliki potensi pasar yang sangat besar. Lokasinya tepat ditengah-tengah pemukiman mahasiswa ITS, beberapa apartemen dan perumahan. Hal ini membuat pemikiran mereka tentang high class resto berubah menjadi tempat makan yang nyaman, mewah, tapi tetap ekonomis. Sepakat dengan pendapat ini, mereka pun memulainya dengan prinsip "Potensial... We can do it, try!"

September 2012 menjadi awal renovasi bangunan ini. Isaac sebagai accounting, 1 orang chef, 2 orang arsitek dan seorang kontraktor. Sungguh paduan yang sangat komplit. Kelimanya sepakat mengusung konsep industrial design. Mereka terinspirasi dari desain bangunan seperti ini yang sudah biasa di luar negeri. Konsep ini dipertajam dengan pengerjaan ekletik, yang memadukan gaya kuni di luarnya dan modern di dalamnya. Isaac sendiri menambahkan prinsip green and sustainable. Pembangunannya menggunakan beberapa bahan daur ulang untuk mempertahankan konsep dinamis namun tetap ramah lingkungan.
Awalnya, mereka menghadapi kendala di kondisi gedung yang sudah tua dan rentan rusak di beberapa bagiannya. Mereka mencoba memperbaikinya lagi dan mempertahankan bentuk gedung untuk mendapatkan kesan vintage and recycle. Sedikit berantakan menjadi faktor pendukung tema mosaik. Mereka memang menginginkan hal yang tidak seragam dan terpecah-pecah, namun bila disatukan akan terlihat indah. Filosofi ini didapatkan dari kondisi kelimanya yang memiliki perbedaan background. Figur yang asing satu dan lainnya jika di blend akan menjadi menarik. Mosaik juga bisa dihubungkan dengan kreasi yang tak terbatas. Lima indera yang terdiri dari penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba, dan pengecap bisa menghasilkan kreatifitas yang tiada batas. Untuk furniture, mereka mencari sendiri sesuai dengan keinginan. Inti dari semua pembangunannya adalah keaktifan dari 5 orang sahabat ini untuk mewujudkan keinginan mereka. Awal pembangunan hingga gedung betul-betul berdiri dan dalam pelayanannya nanti diatur dan dikerjakan sendiri. Walaupun sudah berjalan sejak April, grand opening direncanakan akan dilaksanakan pada Juli atau Agustus tahun 2013.

Furniturenya menggunakan bahan kayu bekas peti kemas


Seperti rencana awal, kafe ini ditargetkan untuk semua kalangan dengan mengutamakan kenyamanan dan harga ekonomis. Jadi, mereka berpikir tentang tempat yang nyaman untuk nongkrong, pengerjaan tugas hingga pertemuan resmi. Juga tetap bersih dalam pelayanan dan penampilannya. Namun, tanpa mengurangi sense of design, kekuatan terhadap makanan tetap diutamakan. Menu makanan benar-benar dipilih dan disesuaikan dengan idealisme tempat. Koki sendiri yang merupakan bagian dari mereka mengutarakan ide mengenai good food, good service, and good value. Hal ini juga yang memunculkan ide untuk mencampur konsep cafe-resto-catering menjadi satu.

Konsep yang sesuai untuk dijadikan tempat hang out anak muda

Dalam perjalanannya, tentu kafe menghadapi beberapa tantangan. Sistem harus tetap dipantau agar sesuai dengan keinginan. Hal inilah yang membuat Isaac dan temannya koki itu tetap memantau secara berkala. Harapannya, kafe ini tetap berkembang dengan rencana pembukaan cabang di Surabaya bagian barat. Masalah lainnya terdapat di pendanaan yang cukup besar. Namun di balik itu, kesamaan passion dari kelimanya menjadi pemicu semangat. "Kan udah sama, jadi ga sulit. Enjoy aja" tutur Isaac.

Sebagai penutup, pria kelahiran 1988 ini memberikan beberapa tips tentang pembangunan sebuah kafe. Yang pertama dan utama tetap passion. Kesamaan visi dan misi setiap orang yang membangun itu penting. Kedua, budget harus betul-betul disesuaikan. Tidak sedikit, tapi tetap tidak berlebihan. Selanjutnya adalah pengutamaan kualitas dan servis, berani untuk beda, disiplin serta ilmu manajemen yang baik sebagai tambahannya. Isaac juga menambahkan jobdesc dari dia dan keempat temannya. Yang pasti, semuanya demi pembangunan kafe ini. Isaac menjelaskan bahwa semua diawali oleh kukuhnya persahabatan kelimanya sejak belasan tahun yang lalu hingga saat ini. "Kemanapun kita pergi, kita harus membangun pertemanan, karena suatu saat merekalah yang akan membantu kita." tutup pria yang sudah bertunangan ini. 

"Wherever we go, we should make a friends!"


Matchbox Cafe

Sebuah kampus di jalan Arif Rahman Hakim, Surabaya, yaitu kampus ITATS (Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya) tidak hanya sebagai sarana belajar mengajar saja, tetapi juga sebagai tempat bagi para mahasiswa untuk berkumpul dan duduk santai sambil menikmati hidangan.

Ya, ada sebuah cafe yang terletak di area kampus ini, yang bernama Matchbox cafe. cafe yang mengusung tema modern dengan gaya pop art - british ini bisa menjadi pelepas penat mahasiswa ITATS yang telah seharian melakukan aktivitas di kampus.


Tampak berbagai elemen estetis bergaya pop art menghiasi dinding kafe ini


Pemilihan warna dominan merah, kuning, serta biru pada furniture maupun partisi serta elemen estetisnya.


Lantai menggunakan material parquet pada area indoor, dan material keramik pada area outdoor. Antara area indoor dengan outdoor dibatasi partisi kaca yang memberi kesan ruang lebih luas.





Beragam menu makanan yang ada menjadi nilai tambah juga, mulai dari snack, seperti hot dog dan sandwich sampai ke menu seperti steak pun disuguhkan. Kafe ini cocok untuk dijadikan tempat 'hang out' bagi mahasiswa karena suasananya yang 'anak muda banget' serta harga makanan yang cukup terjangkau.
Semoga menjadi referensi yang memberi rasa dan menginspirasi anda :)

(Sumber foto: Dokumentasi Pribadi - Nikon D3100)

We are "Oui Cafe"!

Jonas Photo Studio adalah sebuah studio foto yang bertempat di Jl. Slamet no. 15, kota Surabaya. Letaknya yang ada di tengah kota membuat nya sering dikunjungi oleh warga Surabaya yang ingin mengabadikan momen momen tertentu melalui media fotografi

Terkadang, antrian pun muncul dikala banyaknya pengunjung yang datang. hal ini pun pasti menciptakan suasana yang membosankan disaat harus menunggu. Solusinya adalah, pengunjung bisa naik ke lantai 2, karena disana ada Oui cafe.

Cafe ini adalah cafe yang menyuguhkan interior bersifat classic modern, dimana cafe ini dihiasi dengan berbagai hiasan gantung yang menarik, kursi dan sofa yang unik, dan dominan dengan warna coklat dan krem



Terdapat beberapa hanging pot yang menambah suasana segar pada ruangan kafe.


Terdapat sofa memanjang berwarna merah yang menjadi 'point of view' pada kafe yang didominasi warna soft ini.



Furniture yang terdapat pada Oui Cafe terdiri atas bentuk-bentuk yang unik serta mencirikan gaya khas anak muda.



Sembari menunggu, tidak ada salahnya untuk mengunjungi cafe yang satu ini, selain disuguhi dengan susasana yang menarik, pengunjung juga akan disuguhi dengan menu menu yang enak disantap tetapi dengan harga yang murah. semoga menjadi referensi yang memberi rasa dan menginspirasi anda :)


(Sumber foto: Dokumentasi Pribadi - Nikon D3100)